Aku mengerahkan rasa yang kupunya pada ujung jemari. Membuatnya menari bersama dingin yang menyapa ku malam ini.
Dingin .. kadang aku mencintai dingin yang membuatku tahu bentuk rindu yang sebenarnya.Kadang juga aku benci dingin yang membuat ku ingat akan kehangatan.
Dingin .. dingin tak selalu berbisik dengan nada merdu. Terkadang dia berbisik dengan nada sumbang yang menggoyahkan masa suram yang seharusnya terpendam.
Aku pernah bertanya : Apakah dingin bisa meredam rasa pilu ? Bisakah dingin melenyapkan rasa sedu ? Sayang, dingin tak mau membalas sapaku.
Bagiku, bahagia bukan ketika menatap bintang ketika malam, tapi ketika ku ku menatap dan merekam senyuman manis yang pernah kau buat.
Di kala dingin malam ini ada bintang yang begitu berani menegurku yang sedang merenung, dia terlihat begitu indah, tapi menurutku tak seindah senyumanmu yang pernah ku pigurakan waktu itu.
Kamu .. kamu adalah setangkai bunga segar yang selalu mencari dimanakah cahaya matahari memancar, kamu adalah pelangi yang selalu datang ketika hujan telah menghentikan tangisannya, kamu adalah sebuah lagu yang selalu memainkan nada yang indah.
Dan yang terpenting. Kamu adalah keindahan yang tak terjamah. Sering, hanya dengan menatap senyumanmu, aku sudah merasa bahagia. Sering, hanya melihat tingkah lakumu, aku sudah merasa lega. Mungkin kamu adalah jawaban sebuah pertanyaan yang selama ini selalu aku tanyakan.
"Bahagia itu sederhana = Kamu"
☺☺☺☺
Tidak ada komentar:
Posting Komentar