Aku
percaya, tujuan kita hidup di dunia tak sekedar bernapas, makan, minum, bersekolah, belajar, dan hal semacamnya.
Aku percaya,
hidup adalah perjalanan untuk mencari jati diri. Kita hidup untuk menemukan
siapa kita sebenarnya. Ada yang menemukan jati dirinya dengan mudah, ada yang
menemukan jati dirinya dengan sulit dengan serangkaian kejadian dan peristiwa pahit.
Aku sering berkaca
pada hidup yang terkadang lucu. Berkaca pada orang yang aku kagumi. Pada orang-orang
yang aku sayang. Kita, manusia, sedang berpetualang mencari jati diri. Mencari
jalan untuk menembus ruang dan waktu dan menyatukan keping-keping masa lalu yang pahit maupun yang manis.
Hidup adalah
perjalanan mencari jati diri. Lebih dari itu, kadang aku juga mengartikan hidup adalah perjalanan mencari cinta . Ya cinta! Entah, aku tak mengerti mengapa aku mengartikan hidup seperti itu.Aku merasa hidup tanpa cinta bagai bunga yang tak berbunga. Hampa. Sepi. Sunyi. Senyap. Seakan-akan terhempas badai yang membuatku lenyap dan terhenyap ke tempat yang gelap yang membuatku hilang sekejap.
Masih ku ingat cinta pertama datang menghampiri ku di saat yang tepat, disaat aku sedang ingin merasakannya. Kamu , kamu berhasil membuatku merasakan cinta pertama, benar-benar cinta pertama.
Pertemuan
pertama antara kita masih terekam jelas di otakku. Aku sering memainkan adegan itu dalam
gerak lambat. Mengingat dan merasakan setiap helai gerakanmu. Masih ku ingat adegan kamu menjabat tangan ku dengan erat tanpa malu kau katakan namamu dengan lantang dan masih beranggapan teman. Masih kah kau ingat itu? Entah..
Aku juga masih ingat kau melempar senyum padaku dan memanggil namaku. Senyuman itu benar-benar membuat aku ingin selalu mengulangi masa itu. Entah rasa apa yang ku rasakan. Mungkin ku rasa, rasa ku akan sama seperti yang dulu dan tak akan berubah tapi aku tak tau juga jika waktu akan merubah rasaku. Aku hanya percaya WAKTU. WAKTU........
Kini, aku
hanya ingin menghentikan waktu, dan mempigurakan senyummu yang selalu mampu
membuatku tenang seakan terbang melayang menghampiri bintang. Walau dalam badai, meski dalam tangis, dan senja merah yang
manis.
Mungkin kini kita
adalah lebah dan bunga yang saling melengkapi tapi tak mungkin berdampingan di tempat yang indah. Ya , karna beda! beda! Lebah adalah binatang dan Bunga adalah tumbuhan. Dan aku rasa aku dan kamu tak akan bersama. Mungkin di saat seperti inilah, aku baru paham seperti apa bentuk rindu yang menelusup pelan. Kala diam. Kala
hening. Kala malam. Kala denting.
Seandainya kamu mengerti aku, ku yakin kamu akan menemukan sebuah hal terbesar yang selama ini aku rahasiakan darimu. Tapi kini kamu tak pernah mengerti aku , dan aku rasa kamu akan tak pernah mau mengerti aku tentang rahasia itu. Dan sampai kapanpun kamu tak akan pernah tahu. Dan selamanya aku akan bisa berkata sebuah kata yang menurutku indah yaitu "SEANDAINNYA" ..
Seandainya
kamu bisa melihat kamu dari mataku, kamu akan melihat orang yang menyebalkan, yang malas, yang cuek, tapi selalu membuatku tertawa dan tersenyum...
Seandainya
kamu bisa melihat kamu dari mataku, kamu akan melihat orang yang selalu membuatku marah, yang tak pernah
mau mengalah, orang yang seenaknya saja, namun juga orang pertama yang akan
bertanya, “apakah aku baik-baik saja?”
Seandainya
kamu bisa melihat kamu dari mataku, kamu akan tahu bahwa kamulah satu-satunya...
Seandainya
kamu bisa melihat kamu dari mataku…
Kamu akan
tahu, aku sedang melihat cinta pertama....
♥
♥ ♥ ♥ ♥ ♥
Trimakasih
atas semua hal yang tlah kamu berikan padaku (walau kamu tak
menyadarinya). Hal ini akan berharga bagiku. Dan selamanya akan
berharga bagiku....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar